Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sosial Media Sebagai Sarana Penyambung Nyawa di Kala Pandemi

sosial media sebagai sarana penyambung nyawa di kala pandemi

pemudabisa.com - Berorganisasi pada era awal pandemi Covid-19 memiliki banyak tantangan dan rintangan yang begitu sulit untuk dilalui. Mulai dari rencana kaderisasi yang tertunda, sampai agenda rutin yang  terpaksa tertunda sebab adanya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Tanpa adanya manufer rencana kegiatan yang cepat dan terarah, bukan tidak mungkin jika pada tahun ini Ansor tidak memiliki kegiatan bahkan bisa dikatakan mati suri.

Sosial media adalah alternatif yang paling mudah, cepat, dan aman untuk mengisi kekosongan kegiatan akibat pandemi Covid-19. Mulai dari mengoptimalkan website, membuat akun media sosial seperti Instagram, Youtube dan Facebook, bahkan  membuat forum diskusi online dengan memanfaatkan Zoom Meeting.

Channel YouTube Ansor Trenggalek Mengaji adalah salah satu realisasi  kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Trenggalek sebagai upaya menyambung program kerja yang tertunda sebab pandemi ini. Diantaranya adalah live streaming ngaji online kitab kuning bersama gus-gus muda yang ada di Trenggalek seperti Gus Zaki, Gus Nasir, Gus Hamam, Gus Rizal dan yang lainya. Ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan potensi  para gus-gus muda sekaligus memperkenalkan Ansor Trenggalek kepada khalayak umum.

Tulisan ini akan sedikit membahas tentang sosial media dan manfaatnya dalam berorganisasi, terutama pada bidang kaderisasi, promosi dan dokumentasi program kerja.  

Definisi Kaderisasi

Kaderisasi adalah proses pendidikan jangka panjang untuk pengoptimalan potensi-potensi kader dengan cara mentransfer dan menanamkan nilai-nilai tertentu, hingga nantinya akan melahirkan kader-kader yang tangguh.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Q.S. Ali Imran : 110).

Kaderisasi suatu organisasi dapat dipetakan menjadi dua ikon secara umum. Pertama, pelaku kaderisasi (subyek). Dan kedua, sasaran kaderisasi (obyek). Untuk yang pertama, subyek atau pelaku kaderisasi sebuah organisasi adalah individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi dan kebijakan-kebijakannya yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Sedangkan yang kedua adalah obyek dari kaderisasi, dengan pengertian lain adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi.

Bentuk-Bentuk dan Jenjang Pengkaderan GP Ansor

Bentuk-bentuk kaderisasi GP Ansor :

  1. Kaderisasi Formal dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan kader berjenjang yang bersifat formal dan baku, serta pendidikan dan pelatihan pengembangan kader lainnya.
  2. Kaderisasi Informal dilakukan melalui pelatihan-pelatihan khusus pendampingan dan praktek lapangan.
  3. Kaderisasi nonformal dilakukan langsung melalui penugasan dalam kepengurusan organisasi, kepanitiaan kegiatan dan keterlibatan dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat.

Sosial Media Sebagai Sarana Kaderisasi

Sosial media sangat bermanfaat sebagai perantara memperkenalkan Ansor kepada para calon kader Ansor. Para calon kader akan memperoleh informasi terkait kegiatan yang di laksanakan oleh Gerakan Pemuda Ansor, khususnya yang ada di Trenggalek. Bahkan dalam komunikasi sehari hari, saat ini kita sudah sangat bergantung kepada social media yakni WhatsApp.
 
Generasi muda saat ini bergantung kepada media sohsial untuk mencari informasi, namun saat ini kita dihadapkan dengan situasi dimana posisi ansor dan banser di sosial media cenderung banyak berita negatif dari pada berita positif. Ini disebabkan masih kurangnya kesadaran anggota Ansor akan pentingnya teknologi, khususnya sosial media.
 
Saat ini kita banyak disuguhkan dengan komentar dan isu isu negatif yang menyudutkan Ansor Banser. Tugas kita saat ini adalah membuat isu isu tersebut menjadi positif dengan cara menggerakkan kader kader yang ada untuk aktif di social media. Jika kita bisa mendominasi social media, maka kesempatan kita mempromosikan Ansor kepada calon kader akan lebih luas.

Adapun upaya yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan sosial media sebagai sarana kaderisasi adalah sebagai berikut:

  • Mensuport social media Ansor yang sudah ada
  • Merespon komentar negatif
  • Mendokumentasikan dan membagikan kegiatan positif ke sosial media kita
  • Membuat forum diskusi publik dengan memanfaatkan sosial media

Kesimpulan

Di era Pandemi Covid-19, Sosial media berberan aktif sebagai sarana memperluas jangkauan kaderisasi Ansor, namun tidak serta merta kita hanya bergantung dengan social media. Hal ini harus di imbangi dengan kegiatan nyata. Disini social media di posisikan sebagai media promosi kegiatan yang sudah serta akan dilaksanakan. Makin gencar berita positif di media sosial maka insyaallah minat generasi muda kepada Gerakan Pemuda Ansor Akan lebih meningkat.

Karya tulis ini mayoritas berisi opini pribadi  berdasarkan pengalaman dan keresahan  penulis. Respon pembaca sangat dibutuhkan untuk menambah validitas tulisan ini.

*Muhammad Kharis Alwi, Penulis adalah kader Ansor Gandusari Trenggalek

Posting Komentar untuk "Sosial Media Sebagai Sarana Penyambung Nyawa di Kala Pandemi"